Menu

Kabakamla Arie Resmi Berpangkat Laksamana Madya TNI

Kepala Badan Keamanan Laut (Kabakamla) mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi, dan resmi berpangkat Perwira Tinggi TNI Bintang Tiga. Kabakamla Laksamana Madya TNI Arie Soedewo, S.E., M.H., telah melaksanakan Pelaporan Kenaikan Pangkat satu tingkat lebih tinggi yang sebelumnya berpangkat Laksamana Muda TNI menjadi Laksamana Madya TNI, kepada Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan kepada Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., di Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (4/5/2016).
 
Kabakamla Laksamana Madya TNI Arie Soedewo, S.E., M.H., yang dilantik Presiden RI Ir. Joko Widodo pada 16 Maret  lalu, merupakan Perwira TNI Angkatan Laut, Alumni Akademi Angkatan Laut (AAL), Angkatan-28 tahun 1983. Perwira Tinggi TNI Angkatan Laut kelahiran Banjar, 1 Mei 1960 ini merupakan lulusan Lemhannas RI (PPRA) XLV tahun 2010.
 
Sebelum menjabat sebagai Kabakamla, Perwira TNI Angkatan Laut yang memiliki gelar S-2, Magister Ilmu Hukum Universitas Brawijaya ini, pernah menjabat berbagai jabatan strategis di lingkungan TNI Angkatan Laut, antara lain: Komandan KRI Beruang-652 tahun 1986, Palaksa KRI Sorong-911 tahun 1992, Komandan KRI Kerapu-812 tahun 1994, Komandan KRI Abdul Halim Perdanakusuma-855 tahun 2001, Komandan Lanal Sabang tahun 2003, Komandan Gugus Keamanan Laut Wilayah Timur (Danguskamlatim) tahun 2010, Wakil Asisten Operasi Kasal tahun 2011, Komandan Gugus Tempur Laut wilayah Timur (Danguspurlatim) tahun 2011, Komandan Lantamal VI Makasar tahun 2013, Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kasal tahun 2015 dan menjabat sebagai Asisten Operasi Kasal sejak bulan Agustus tahun 2015.
 
Selama karir militernya, Laksamana Madya TNI Arie Soedewo, S.E., M.H., telah memperoleh berbagai tanda jasa, diantaranya: Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Jalasena Pratama, Bintang Jalasena Nararya, Satya Lencana Kesetiaan VIII, XVI, XXIV, dan XXXII, Satya Lencana GOM VII, Satya Lencana Kebaktian Sosial, Satya Lencana Dwidya Sistha, Satya Lencana Wira Dharma (Perbatasan), Satya Lencana Wira Karya, Satya Lencana Wira Nusa, Satya Lencana Dharma Samudra, serta Satya Lencana Dharma Nusa.
 
Di lingkungan TNI Angkatan Laut, selain Laksamana Madya TNI Arie Soedewo, S.E., M.H., terdapat tiga orang Perwira Tinggi (Pati) lainnya yang juga melaksanakan Pelaporan Kenaikan Pangkat.  Ketiga Pati tersebut yaitu, Pati Sahli Kasal Bidang Soskumdang Laksamana Pertama TNI Iwan Isnurwanto, M.A.P., M.Tr (Han), Pati Sahli Kasal Bidang Ekojemen Laksamana Pertama TNI Sutoyo, dan Pati Sahli Kasal Bidang Sumdahanneg Laksamana Pertama TNI Dri Suatmaji, M.Tr (Han).
 
Autentikasi : Kasubdispenum Dispenal, Kolonel Laut Suradi Agung Slamet, S.Sos.,S.T.,M.M.

Read more...

Panglima TNI Tinjau Pangkalan Utama TNI AL XIV Sorong

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama Kasad Jenderal TNI Mulyono, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto, Kapuspen TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman, Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian dan Waasops Panglima TNI Laksma TNI Harjo Susmoro meninjau Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut XIV Sorong, Jl. Babua No. 1, Kota Sorong, Papua Barat, Jum’at (29/4/2016).
 
Setibanya di Bandara Domine Eduard Osok, usai melakukan serangkaian kegiatan dari Kabupaten Timika dan Kaimana, Papua, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Jenderal TNI Mulyono langsung disambut dengan Tarian Penjemputan Bumi Cendrawasih dan Tradisi Injak Piring, sebagai orang besar yang datang ke Sorong.
 
Sebagai wujud penghormatan, Panglima TNI dan Kasad disematkan topi khas Papua oleh para penari, bahkan mereka terlihat ikut menari sambil berjalan diiringi penari masuk ke dalam ruang tunggu bandara. Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Jenderal TNI Mulyono begitu menikmati menari bersama dengan para penari yang berasal dari Suku Moi layaknya seorang raja.
 
Saat tiba di Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) XIV yang baru berumur kurang lebih setahun diresmikan, Panglima TNI beserta rombongan segera menuju Dermaga yang sedang dibangun dan tampak beberapa tiang pancang yang digunakan untuk pondasi di atas Dermaga. Perluasan Dermaga ini bertujuan meningkatkan kapasitas kapal yang dapat bersandar untuk KRI berukuran besar.
 
“Berapa meter tiang itu ?” tanya Panglima TNI saat berdialog dengan salah seorang Staf di Dermaga Lantamal XIV Sorong. “34 meter Pak, ini ring yang menancapkan ke dasar laut,” jawabnya.
 
Panglima TNI didampingi Kasad Jenderal TNI Mulyono dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman, tampak dengan serius memperhatikan konstruksi Dermaga yang rencananya akan mengalami perluasan sebagai infrastruktur utama Pangkalan Utama Angkatan Laut, dilanjutkan melihat foto-foto proses pembangunan dari tahap I hingga tahap VI.
 
Autentikasi : Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Czi Berlin G. S.Sos., M.M.

Read more...

Panglima TNI : Kita Buat Pulau Kapal Induk

Pulau-pulau yang bernilai strategis difungsikan sebagai kapal induk yang bisa dimanfaatkan untuk menampung pesawat tempur, pesawat transportasi dan dermaga kapal serta pembangunan sarana prasarana pendukung logistik lainnya untuk keperluan pertahanan... “Kita tidak butuh kapal induk, tetapi pulau-pulau kita jadikan kapal induk”. Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat meninjau rencana pengembangan kekuatan di Dermaga Pangkalan Angkatan Laut Pulau Biak, Papua, kemarin.
 
Menjelaskan tentang rencana pembangunan dermaga sebagai infrastruktur strategis, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo meninjau semua fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan  dermaga, baik dermaga yang sudah ada maupun dermaga yang akan dibangun... “Jadi yang namanya perang, dalam otak kita itu harus ada cadangan (dermaga cadangan). Istilah orang Betawi gak ada matinye,”. Demikian ungkapnya.
 
Dengan berbagai fasilitas yang ada untuk menggelar alutsista, pulau Biak dinilai ideal untuk pengembangan sistim pertahanan tanpa harus melakukan pembangunan dari awal… “Nah disini (Biak) kan kosong, disini tidak ada pesawat tempur padahal landasan ada, jadi kita akan membuat pangkalan-pangkalan baru, tetapi memanfaatkan yang sudah ada,” demikian ujar Gatot Nurmantyo. Dengan melakukan renovasi terhadap bangunan dan peningkatan kapasitas landasan maupun dermaga kapal yang telah ada.
 
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan rencana membangun pangkalan-pangkalan baru untuk memperkuat kawasan Indonesia dalam menunjang dan mensukseskan Program Poros Maritim Dunia, dengan memanfaatkan pulau-pulau yang memiliki nilai strategis sebagai kapal induk. Contohnya “Natuna terdepan di wilayah barat, Biak di Timur langsung ke Pasifik, Morotai di Utara dan  Saumlaki di selatan,”.
 
Untuk membangun ini semua kita butuh anggaran dan kita akan ajukan, nanti prioritas yang mana tergantung anggarannya. “Saya maunya cepat-cepatan saja, supaya angkatan perang kita siap dengan segala kemungkinan. Serentak dilaksanakan, udara dan laut sama darat, sama pentingnya,” tandas Panglima TNI.
 
Autentikasi : Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Czi Berlin G. S.Sos., M.M.
 
 

Read more...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.