Menu

TNI AU Gelar Latihan Pernika dan Cyber Defence

PERKEMBANGAN teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang demikian pesat  dewasa ini, telah digunakan banyak institusi, tidak terkecuali  militer,  sebagai sarana untuk “menyerang” musuh.   Serangan model ini dalam konteks perang, dikenal dengan istilah perang asimetrik (asymetric warfare), dimana aplikasinya sarat dengan pemanfaatan spektrum elektromagnetik,  jaringan komputer serta media online.

Menyikapi perkembangan trend tersebut, TNI AU menggelar latihan Pernika (Perang Elektronika) dan Cyber Defence 2015.  Latihan yang baru pertama kali dilaksanakan dalam sejarah TNI AU ini, dibuka oleh Asisten Operasi (Asops) Kasau  Marsekal Muda (Marsda) TNI Barhim melalui video conference (vicon) di Mabesau, Cilangkap, Selasa (4/8).  Latihan dilaksanakan selama tiga hari (4 – 6 Desember 2015), melibatkan beberapa satuan, masing-masing Mabesau (Kolat dan Wasdal), Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanudin Makasar sebagai pelaku,   Skadron Udara 12 Lanud Rusmin Nuryadin Pekanbaru sebagai pelaku , Satuan Radar (Satrad) 232 Dumai serta Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) 472 Paskhas, Makassar.

Dalam amanatnya, Asops Kasau Marsda TNI Barhim mengatakan,  latihan dimaksudkan untuk menguji sistem Pernika  dan cyber TNI AU yang ada di satuan-satuan TNI AU, baik pada tingkat Mabesau, Kotama  Operasi maupun tingkat Lanud.   Unsur-unsur yang dilibatkan meliputi Pernika (darat dan udara), sistem informasi dan jaringan komunikasi, media  internet, termasuk para SDM  pengawak.

Asops Kasau menambahkan,  latihan juga dimaksudkan sebagai sarana untuk  mengevaluasi sudah sejauh mana kesiapan  penyelenggaraan  tugas pokok TNI AU  dalam menghadapi  perang masa depan.   “Saya berharap latihan kali ini dapat meyakinkan  pimpinan TNI AU akan kesiapan dan kemampuan  Pernika dan Cyber Defence  TNI AU”  tegas Asops Kasau.

Tema latihan kali ini adalah  “Unsur Pernika dan Cyber Defence  jajaran Koopsau I, II dan Korpaskhas siap mendukung operasi udara dan kegiatan lainnya dalam rangka melaksanakan tugas TNI AU”.  Tema tersebut sangat relevan dengan trend perang asimetrik  dewasa ini yang sarat dengan pemanfaatan unsur TIK.  

Dalam sejarah latihan Komunikasi dan Elektronika (Komlek), selama ini TNI AU sudah menyelenggarakan latihan Omega yang merupakan bentuk latihan komunikasi dan elekltronika.  Sesuai perkembangan dan tuntuan perang modern, kemudian latihan dikembangkan dalam bentuk Pernika dan Cyber Deference. 

Selain satuan-satuan TNI AU, latihan Pernika dan Cyber Defence 2015 juga melibatkan satuan-satuan  samping dari unsur sipil, seperti Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg),  id-SIRTII/CC (Indonesia Security Insident Response Team on Internet Infrastructure / Coordinator Centre) dan Balai Monitor (Balmon) Kementrian Informasi dan Komunikasi (Kemenkominfo). (dispenau)

Read more...

Panglima TNI Pimpin Sertijab Aster Panglima TNI dan Kapuspen TNI

PANGLIMA TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo meminpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI dari Mayjen TNI Ngakan Gede Sugiartha G. S.H., kepada Mayjen TNI Wiyarto, S.Sos., dan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI dari Mayjen TNI M. Fuad Basya kepada Mayjen TNI Endang Sodik, M.B.A., di ruang hening Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Senin (3/8/2015).

Dalam sambutannya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan bahwa, dalam menghadapi tantangan tugas kedepan motornya adalah Teritorial dan Pusat Penerangan. “Sesuai amanat Presiden RI Ir. Joko Widodo pada saat Prasetya Perwira (Praspa), Presiden mengharapkan TNI yang hebat, profesional, handal dan dicintai oleh rakyat”, ujarnya.

“Mabes TNI harus mencintai rakyat, dalam menjalankan tugas membuat TNI yang hebat, handal, profesional dan dicintai rakyat. Pusat Penerangan bertugas untuk membentuk opini dan Teritorial bertugas untuk mendekatkan TNI dengan rakyat dengan berbagai kegiatan yang ada”, kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

“Jadi, pembentukan opini dilakukan oleh Penerangan TNI, kemudian Teritorial segera melakukan serbuan teritorial”, tegas Panglima TNI.

Diakhir sambutannya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengucapkan terima kasih kepada Mayjen TNI Ngakan Gede Sugiartha dan Mayjen TNI M. Fuad Basya atas segala upaya kerjanya, sehingga sampai saat ini TNI semakin hari semakin eksis, semakin dipercaya oleh komponen bangsa maupun masyarakat, dan semakin dicintai oleh rakyat.

Autentikasi :Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Czi Berlin G. S.Sos., M.M.

Read more...

Dansatgas Indobatt : Prajurit Garuda Dekat Dengan Warga Lokal di Darfur

SELAN melaksanakan kegiatan rutin operasi baik itu patroli, pengamanan aset United Nations, maupun pengamanan di wilayah Area Of Responsibility (AOR), Prajurit Garuda Satgas TNI Kontingen Garuda XXXV-A/Unamid (United Nations Mission In Darfur) atau Indonesian Battalion (Indobatt) sebagai Peacekeepers Indonesia di wilayah Darfur Sudan, juga dekat dengan warga lokal di Darfur.

Demikian dikatakan Dansatgas Indobatt Letkol Inf M. Herry Subagyo saat meninjau kegiatan rutin Prajurit Garuda dalam melaksanakan interaksi terhadap warga sipil dan anak-anak, sekaligus merupakan sebagai upaya nyata dalam pemulihan trauma terhadap warga sipil yang menjadi korban konflik, seperti halnya yang dilaksanakan di wilayah Krinding, Darfur Barat, Sudan, Minggu (2/8/2015).

Menurut Letkol Inf M. Herry Subagyo, sejak bergabung dengan Pasukan Perdamaian di bawah bendera United Nation Mission In Darfur pada Februari lalu, Pasukan Garuda TNI mulai dikenal oleh masyarakat lokal di wilayah Darfur Barat Sudan, Afrika.

“Kemampuan teritorial, keramahan kultur Indonesia, persamaan mayoritas beragama muslim, hingga kedekatan historis antara Indonesia-Sudan sejak pemerintahan Presiden Sukarno menjadi salah satu faktor yang membuat Pasukan Indonesia mudah diterima di wilayah misi tersebut”, ujar Letkol Inf M. Herry Subagyo.

Lebih lanjut Dansatgas Indobatt menuturkan bahwa, kemampuan teritorial dan pengalaman tugas dalam negeri yang dimiliki oleh para Prajurit TNI, menjadi bekal dalam melaksanakan misi perdamaian ini. “Kepercayaan PBB kepada Prajurit TNI harus kita laksanakan sebaik mungkin, kehadiran kita disini harus dapat memberikan manfaat dan meringankan kesulitan warga lokal yang menjadi korban konflik”, tegasnya.

Dalam perjalanan tugasnya sebagai pasukan perdamaian, Prajurit Garuda TNI di Darfur rutin melaksanakan kegiatan Civil Military Coordination (Cimic), diantaranya pemberian bantuan bagi tempat-tempat ibadah, penyaluran zakat bagi masyarakat lokal, pengobatan massal oleh Tim Kesehatan Satgas, hingga pembangunan fasilitas pompa air di wilayah yang sulit pasokan air bersih di Darfur.

Satgas Batalyon Komposit TNI Kontingen Garuda XXXV-A/Unamid atau Indonesian Battalion, yang tengah bertugas sebagai Pasukan Perdamaian PBB merupakan Satgas pertama TNI untuk misi Unamid Darfur. Sebanyak satu Batalyon pasukan TNI yang terdiri dari Angkatan Darat, Laut, dan Udara di tempatkan di wilayah Darfur Barat (Sector West Unamid), dan Satgas ini akan melaksanakan tugas sebagai Pecekeepers di Darfur hingga Maret 2016 mendatang.

Autentikasi : Perwira Penerangan Konga XXXV-A/Unamid, Lettu Laut (KH) Eldhira Respati, S.Sos.


Read more...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.