Menu

Panglima TNI : Doakan TNI Tetap Dekat dengan Rakyat

Alunan Salawat Badar dan senyum ceria anggota TNI-Polri menyambut kedatangan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan rombongan saat melaksanakan Safari Ramadhan 1437 H/2016 M, di lapangan Markas Kodam VII/Wrb Makassar, Sabtu malam (25/6/2016).
 
Pada acara tersebut hadir Pangdam VII/Wrb Mayjen TNI Agus Surya Bakti bersama dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yassin Limpo, Gubernur Sulselbar Adnan Saleh, Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs. Anton Charlian, Kapolda Sulselbar Brigjen Pol Drs. Lukman Wahyu, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan ribuan prajurit TNI-Polri. Sesuai dengan tujuannya seperti yang dikatakan Panglima TNI, bisa berkumpul dan bersilaturahmi.
 
Dalam sambutannya, kembali Panglima TNI menghimbau kepada para prajurit dan keluarganya untuk selalu bersyukur atas apa saja yang telah diperolehnya.
 
Panglima TNI memberikan sebuah contoh kisah yang patut dijadikan tauladan dalam bersyukur yaitu seorang dermawan yang memberi sedekah hanya dengan sepuluh ribu, namun memperoleh balasan dari pengemis berupa ucapan terimakasih dan bermacam-macam doa, seperti doa diberikan tambahan rejeki, doa kesehatan dan doa panjang umur.
 
Oleh karena itu, menurutnya Bersyukur bisa diwujudkan dalam bentuk beramal. “Jangan ragu untuk beramal,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, karena dengan amal tersebut menjadi tabungan yang dapat mendampingi kita di akhirat.
 
Lebih jauh dijelaskan, bahwa sangat mudah untuk menjadi seseorang yang bahagia di bulan Ramadhan ini caranya melalui bersyukur setiap saat. “Syukur adalah ciri orang bahagia,” kata Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
 
Di penghujung acara silaturahmi, Panglima TNI sempat mengucapkan terimakasih kepada ribuan anak yatim yang hadir pada acara tersebut sekaligus minta saling mendoakan, “selamat belajar dan sukses ya, doakan juga TNI tetap dekat dengan rakyat dan berhasil dalam jalankan tugas,” demikian pinta Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
 
Autentikasi : Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Czi Berlin G. S.Sos., M.M.
 

Read more...

Tito Karnavian Kapolri Pilihan Jokowi

Teka-teki siapa pengganti Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti terjawab sudah. Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya mengajukan nama Komjen Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri.

Pilihan ini tentu sangat mengejutkan semua pihak. Pasalnya nama Tito bisa dikatakan hanyalah kuda hitam yang kurang diperhitungkan diantara nama para jenderal polisi lainnya. Apakah terpilihnya Komjen Tito sebagai balasan jasa mengingat pemilihan presiden di Papua Jokowi menang telak?, Apakah keputusan Jokowi merupakan pilihan terbaik? Akankah keputusan tersebut akan mendulang penolakan baik dari publik maupun dari internal kepolisian? Bagaimana masa depan Polri di bawah kepemimpinan Tito?

Menurut anggota Komisi III DPR RI Muhammad Nasir Djamil mengatakan, pilihan kepada Tito patut diapresiasikan sebagai ikhtiar Presiden Jokowi memilih calon Kapolri diluar nama-nama mainstream. "Pilihan tersebut pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun perdebatan yang terjadi patut juga mempertimbangkan rekam jejak Tito Karnavian yang terbilang sangat cemerlang," ujar politisi Partai Keadilan Srjahtera (PKS) disela-sela diskusi public dengan tema Kapolri Pilihan Jokowi yang diselanggarakan PRODEM di Restauran Dunkin Donuts Menteng, Jalan HOS Cokroaminoto Jakrta Pusat (18/6) lalu.

Hadir di acara diskusi itu antara lain anggota komisi III DPR M. Nasir Djamil (FPKS),  Taufiqul Hadi (FNasdem),  Adhie Massardi (GIB), Margarito (Akademis), Fadli Nasution (PMHI).
 
Bisa dikatakan Tito merupakan rising star di korps Bhayangkara, namun juga tidak menutup fakta ada sisi-sisi kelemahan dalam perjalan karirnya. Polri merupakan produk baru diera reformasi terjadilah desakan, Polri sudah lepas dari ABRI, polri setara dengan Mentri, Mungkin proses pemilihan Tito pun akan berjalan mulus, karena faktor usia tidak menjadi signifikan.

Selain Tito, lanjut M Nasir Djamil, yang merupakan angkatan tahun 1987 belum ada yang dapat menjabat sebagai Kapolda pada angkatan tersebut. "Apa yang di lakukan Presiden Jokowi adalah upaya mempercepat revolusi mental di Indonesia," ungkap dia.

Menurut Djamil, Tito polisi yang paling beruntung, benang merahnya Jokowi ingin memotong generasi kepolisian dengan para seniornya. ”Semoga senior polri bisa memberikan dukungan moral kepada Tito dan tidak ada gejolak ditubuh kepolisian," imbuh  Nasir Djamil.

Sementara Adhie Massardi mendesak agar hak preogratif presiden harus dihapus karena sangat riskan untuk bangsa Indonesia. Menurut dia, hak preogratif itu adalah hak rakyat yang diserahkan kepada presiden bukan hak individu.

Pengamat hukum Margarito, menambahkan serahkan saja semua pada hal esklusif presiden, yang namanya hak progratif itu hak yang tidak terbagi tanpa alasan atau pertimbangan apapun. “Senior atau pun junior yang memenuhi persyaratan dalam bidang hukumnya untuk menempati jabatan tersebut maka sah untuk mencalonkan dirinya," ungkapnya.

Fadli menuturkan tentang polemik kapolri regenerasi itu suatu yang pasti bisa berjalan dengan baik atau bisa menimbulkan gonjangan karena harus melalui persetujuan DPR Komisi III dan berhak menilai apakah Tito memenuhi persyaratan atau tidak. (Willy)

Read more...

Pangarmabar: Tidak Ada Korban Jiwa Dalam Penangkapan Kapal Ikan China

Panglima Armada Indonesia Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Taufiq R membantah ada korban jiwa dalam dalam penangkapan kapal nelayan China KIA China Tan Cou 19038 yang diduga melakukan illegal fishing di laut Natuna pekan lalu.

"Satu orang tertembak itu omong kosong. 7 orang (ABK) selamat ada di Natuna. Tidak ada yang luka", kata Pangarmabar Laksamana Muda TNI Taufiq R, di Mako Koarmabar, Jakarta, Selasa (21/6).

Taufiq memaparkan kronologis penangkapan kapal pelaku illegal fishing tersebut. "KRI Imam Bonjol-383 yang tengah melakukan patroli, menerima laporan dari intai udara maritim tentanga adanya 12 kapal ikan asing yang melakukan aksi pencurian ikan (Illegal Fishing) di wilayah Laut Natuna yang merupakan wilayah yurisdiksi nasional. Berdasarkan informasi tersebut KRI Imam Bonjol-383 segera bergerak menuju lokasi dan menemukan kontak 12 Kapal Ikan Asing.

Saat didekati kapal ikan asing tersebut tetap melakukan manuvra bermaksud melarikan diri Selanjutnya KRI Imam Bonjol-363 memberikan tembakan peringatan ke udara. Akhirnya setelah beberapa kali dilakukan tembakan peringatan salah satu dari 12 kapal ikan asing yang melarikan diri dapat dihentikan", papar Taufiq.

Dari hasil proses pemeriksaan sementara, lanjut Taufiq, apal ikan tersebut diduga melakukan penangkapan ikan di wilayah yurisdiksi Indonesia tanpa dilengkapi dokumen yang sah menurut hukum. Berdasarkan temuan tersebut kapal dan semua ABK dan muatan ikan campuran sebanyak 2 ton ditarik menuju Pangkalan Angkatan Laut Ranai guna proses pemeriksaan hukum lebih lanjut, tegas Taufiq. (Mytha)





Read more...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.