Menu

Panglima TNI : TNI Konsentrasi Amankan Pesta Demokrasi Pemilu 2019

TNI bersama Polri konsentrasi mengamankan pesta demokrasi Pemilu yang digelar pada tahun 2019, TNI menyiapkan semua pasukan untuk membantu secara penuh kepada Kepolisian RI, karena merupakan amanat dari Undang-Undang TNI dan Kepolisian. Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat menjawab pertanyaan awak media di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta Selatan, Selasa (13/12/2016).

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menghadiri undangan dalam rangka Rapat Kerja Panitia Khusus (Pansus) RUU tentang penyelenggaraan Pemilu terutama mengenai penanganan tindakan Pidana Pemilu (Sentra penegak hukum terpadu dan penanganan tindak pidana Pemilu), dimana Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden akan digelar serentak. 

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa dengan berlatar belakang dari beberapa Undang-Undang dan  Keputusan MK yang mengatakan prajurit TNI yang akan ikut Pilkada atau Legislatif harus mengundurkan diri maka Panglima TNI mengeluarkan STR No 983, tanggal 9 Agustus tahun 2016, yaitu bagi anggota TNI dan PNS dapat ikut mencalonkan Pilkada setelah membuat pengunduran diri dan tidak dapat ditarik kembali, dalam proses Pilkada anggota tersebut telah diberhentikan dengan hormat dari dinas TNI dan berlakunya setelah ditetapkan sebagai calon, kemudian apabila terpilih tidak bisa lagi menjadi anggota TNI, dan selama proses pemilihan tidak boleh menggunakan atribut TNI.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, atensi dalam kestabilan keamanan diperlukan melalui kerjasama yang terintegrasi oleh seluruh instansi pemerintah dan dukungan masyarakat serta Undang-Undang Pemilu sebagai landasan hukumnya.

“Berdasarkan Keputusan MK, jika dilaksanakan pemilihan Presiden atau Legislatif secara terpisah riak-riaknya pasti ada, kemudian jika keduanya digabungkan maka akan lebih besar lagi riak-riaknya dan perlu ada atensi yang lebih,” ungkap Panglima TNI.

Lebih lanjut Panglima TNI menegaskan bahwa mengenai kesiapan prajurit TNI untuk bisa memilih dalam Pemilu akan dilihat setelah evaluasi pelaksanaan Pemilu pada tahun 2024, dimana Pemilu secara serentak sudah benar-benar sempurna dilaksanakan. “Kesiapan prajurit TNI, untuk bisa memilih dalam Pemilu akan dievaluasi setelah pemilihan secara serentak Presiden, Kepala Daerah, DPR, DPD dan DPRD pada tahun 2024,” ujarnya.

Panglima TNI menuturkan bahwa banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum memberikan hak pilih pada TNI. Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah tingkat kedewasaan masyarakat Indonesia dan TNI akan terus secara profesional menjaga keutuhan NKRI saat Pemilu Serentak berlangsung. “Perlu atau tidaknya TNI memberikan hak pilih akan dievaluasi setelah Pemilu tahun 2024, ditinjau dari semua aspek,” katanya

Panglima TNI mengatakan bahwa disetiap desa di Indonesia memiliki Babinsa, Babinkamtibmas dan Kepala Desa sebagai tugu pemerintahan yang paling depan, dengan bersatunya tiga tugu pemerintahan tersebut, maka semua permasalahan akan mudah terdeteksi.

“Undang-Undang Pemilu hendaknya sosialisasinya harus benar-benar sehingga seluruh rakyat dapat memahami, maka peran tiga tugu pemerintahan ini benar-benar diaktifkan, untuk dapat menjelaskan dan pengawasan sampai dengan paling ujung,” pungkas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Autentikasi : Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa

Read more...

Panglima TNI : Pasukan Garuda Junjung Tinggi Kehormatan Bangsa

Prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Garuda menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan kepercayaan dunia internasional dengan menunjukkan prestasi, kinerja dan dedikasi yang tinggi, serta senantiasa memperhatikan prosedur tetap yang berlaku di wilayah tempat tugas dimanapun para prajurit ditempatkan.
 
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memimpin upacara militer pemberangkatan 1.169 Prajurit TNI dalam rangka Misi Perdamaian PBB, yang tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda (Satgas Konga) Unifil (United Nations Interim Force in Lebanon) tahun 2016-2017, di Plaza Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (13/12/2016).
 
Panglima TNI mengatakan bahwa, nama Pasukan Garuda diberikan oleh Presiden RI pertama Ir. Soekarno yang diambil dari lambang Burung Garuda, dan merupakan lambang keperkasaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang terkandung maksud agar Garuda ini membumbung tinggi di angkasa dan dikenal diseluruh dunia sebagai pasukan yang terbaik.
 
“Lambang Garuda yang terpatri didadamu dengan Merah Putih dilengan kirimu sejak pertama Pasukan Garuda hingga yang saat ini, telah mengukir nama terbaik dan tidak ada yang bisa mengalahkan nama harum Pasukan Garuda dari semua pasukan PBB,” katanya.
 
Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI mengingatkan bahwa penugasan ini merupakan tugas istimewa, karena dipercaya untuk menjadi Duta TNI, Duta Bangsa dan Negara di forum internasional.  “Apa yang kalian kerjakan di sana, itu akan menjadi cerminan kualitas TNI dihadapan tentara negara lain, sekaligus menjadi ukuran bagi bangsa dan negara lain dalam memandang dan memposisikan Indonesia di forum internasional,” tegasnya.
 
“Saya tegaskan bahwa kalian telah melalui seleksi yang sangat panjang, kalian adalah prajurit-prajurit terpilih, prajurit-prajurit terbaik saat ini, maka kalian diberikan kepercayaan untuk melaksanakan tugas membawa nama bangsa Indonesia,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
 
1.169 Prajurit TNI tersebut diantaranya 29 Wanita TNI terbagi dalam beberapa Satgas yaitu 50 personel Satgas Force Head Quarter Support Unit Konga (FHQSU) XXVI-I-1 dipimpin Kolonel Inf Surya Wibawa, 850 personel Batalyon Mekanis (Yonmek) XXIII-K dipimpin Letkol Inf Yudi Gumelar,  150 personel Force Protection Company (FPC) XXVI-I-2 dipimpin Mayor Inf I Made, 75 personel Military Police Unit (MPU) XXV-I dipimpin Letkol Cpm Joni, 18 personel Military Community Outreach Unit (MCOU) XXX-G dipimpin Mayor Inf Roy Chandra, 6 personel Civil Military Coordination (CIMIC) XXXI-G dipimpin Mayor Arh Choirul Huda, 9 personel Level II Hospital XXXIX-H dipimpin Mayor Laut (Kes) Wagiyo, dan 11 personel Milstaf Seceast Unifil dipimpin Kolonel Inf Jatmiko Pribadi serta Maritime Task Force (MTF) XXVIII-I (saat ini sudah berada di Lebanon).
 
Turut hadir pada acara tersebut diantaranya, Kepala Staf TNI AD (Kasad) Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf TNI AL (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, Wakil Kepala Staf TNI AU (Wakasau) Marsdya TNI Hadiyan Sumintaatmadja, Kasum TNI Laksdya TNI Didit Herdiawan, Irjen TNI Letjen TNI Setyo Sularso, Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi serta para Asisten Panglima TNI dan Pangkotama Ops di jajaran TNI.
           
Autentikasi : Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa



Read more...

Kontingen Garuda Unifil 2016 Akhiri Tugas di Lebanon

Head of Mission and Force Commander of the United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) Major General Michael Beary asal Ireland bertindak selaku Inspektur Upacara pada pelaksanaan serah terima tugas dan tanggung jawab kendali operasi (Transfer of Authority/TOA) Komandan Kontingen Garuda TNI di Lebanon, dari Kolonel Kav Jala Argananto kepada Kolonel Inf Surya Wibawa S. dalam suatu Upacara Militer, di Rubb Hall, Lebanon Selatan, Sabtu (17/12/2016).

Bertindak selaku Komandan Upacara Kasipamops Satgas FHQSU Mayor Arm Indra Andriansyah. Turut hadir dalam upacara tersebut Duta Besar RI untuk Lebanon, Bapak H.A. Chozin Chumaidy,  Dubes RI Amman, Dubes RI Damascus, COS MTF, Komandan Kapal  KRI Bung Tomo, para Komandan Sektor, Deputi Force Commander Unifil, Pejabat teras Unifil dan Petinggi militer Lebanon seperti komandan SLS LAF serta tamu undangan dari mayarakat  Lebanon.

Dalam kegiatan tersebut penandatanganan serah terima memorandum dilaksanakan di depan Head of Mission and Force Commander of the Unifil Major General Michael Beary.  Pengabdian Kontingen Garuda (Konga) TNI dalam misi Unifil pimpinan  Kolonel Kav Jala Argananto yang bertugas sejak tanggal 12 Desember 2015 lalu, akhirnya end of mission melalui upacara Transfer Of Authority (TOA). 

Melalui upacara tersebut maka Kolonel Inf Surya Wibawa S. resmi menjabat sebagai Komandan Konga TNI Unifil sekaligus sebagai Komandan FHQSU (Force Headquarter Support Unit), begitu pula dengan seluruh Dansatgas yang tergabung dalam Konga Unifil yang ikut serta melaksanakan serah terima jabatan, diantaranya Dansatgas Batalyon Mekanis (Yonmek), Force Protection Company (FPC), Military Police Unit (MPU), CIMIC Unit, MCOU dan Hospital Level II.

Major General Michael Beary dalam amanatnya mengucapkan apresiasi yang tinggi kepada Satuan Tugas Kontingen Garuda Unifil yang telah menunjukkan profesionalisme, dedikasi dan loyalitas selama menjalankan misi menjaga keamanan PBB khususnya di Lebanon Selatan. Pujian yang sama juga diterima dari tamu undangan lainnya yang disampaikan langsung kepada Kolonel Jala Argananto, seperti dari Para Dubes RI, Komandan LAF, DF, dan lain-lain.

Sementara itu, dalam sambutannya Kolonel Kav Jala Argananto mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi positif atas suksesnya mengemban misi Unifil hingga di akhir penghujung penugasan.

Autentikasi : Perwira Penerangan Kontingen Garuda 2016, Kapten Inf Dont Pasaribu

Read more...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.