Menu

Mutasi Jabatan 42 Pati TNI

DALAM rangka pembinaan organisasi TNI guna mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang sangat dinamis dan semakin berat ke depan, TNI terus melakukan upaya peningkatan kinerja TNI melalui mutasi dan promosi Jabatan Personel di tingkat Strata Perwira Tinggi (Pati) TNI sehingga kinerja TNI ke depan lebih optimal.
 
Berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/817/X/2014 tanggal 31 Oktober 2014, tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI telah ditetapkan mutasi jabatan 42 Pati TNI yang terdiri dari :  17   Pati di jajaran TNI AD,  8 Pati di jajaran TNI AL, 17 Pati di jajaran TNI AU.
 
Dalam mutasi tersebut tercatat sebagai berikut : TNI Angkatan Darat : Mayjen TNI Bambang Budi Waluyo Y.P., dari Pangdam II/Swj menjadi Staf Khusus Panglima TNI, Mayjen Iskandar M. Sahil dari Staf Khusus Panglima TNI menjadi Pangdam II/Swj, Mayjen TNI Harry Purdianto S.I.P., M.M., dari Wadan Sesko TNI menjadi Danjen Akademi TNI, Brigjen TNI Soebroto, S.I.P.,  dari Kapusdiklatjemenhan Badiklat Kemhan  menjadi Pati Mabes TNI AD dalam rangka pensiun, Brigjen  TNI Drs. Jan Pieter Ate, M.Bus dari Dirkersin Ditjen Strahan Kemhan menjadi Kapusdiklatjemenhan Badiklat Kemhan, Brigjen TNI Sisriadi dari Kapuskom Publik Kemhan menjadi Dirkersin Ditjen Strahan Kemhan, Brigjen TNI Deliaman Th. Damanik, S.I.P., dari Kasdam XVII/Cen menjadi Staf Khusus Kasad, Brigjen TNI Tatang Sulaiman dari Kasdivif-2 Kostrad menjadi Kasdam XVII/Cen, Brigjen TNI Husman Efendi dari Staf pada Staf Ahli Ka BIN Bid. Hankam menjadi Pati Mabes TNI AD (Dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Arminson dari Pati Ahli Kasad Bid. Idpol menjadi Staf pada Staf Ahli Ka BIN Bid. Hankam, Brigjen TNI Mulyana Esa dari Pati BIN (Sekretaris 1 Kedubes RI di Autralia)  menjadi Pati Mabes TNI (Dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Chandra W. Sukotjo, M.Sc., dari Direktur Amerika dan Eropa Deputi Bid. Intelijen Luar Negeri BIN menjadi Pati BIN (Sekretaris 1 Kedubes RI di Autralia), Brigjen TNI Drs. Irwan Amrun, M.Psi.,  dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (Dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Drs. Cypriamus Sumardjo, M.M., dari Sesbalitbang Kemhan  menjadi Pati Mabes TNI AD (Meninggal dunia), Kolonel Inf Mochamad Rachmat  dari Pamen Denma Mabesad menjadi Pati Ahli Kasad Bid. Idpol, Kolonel Inf Agus Suhardi dari Pamen Denma Mabesad menjadi Kasdivif-2 Kostrad, dan Kolonel Inf Jundan Eko Bintoro, M.Si (Han) dari Kasubditdoktrin Ditjakstra Ditjen Strahan Kemhan menjadi Kapuskom Publik Kemhan.
 
TNI Angkatan Laut : Laksda TNI Sri Mohamad Daro Jatim dari Pangarmatim  menjadi Kalakhar Bakorkamla, Laksda TNI Arie Henrycus Sembiring M., dari Pangkolinlamil  menjadi Pangarmatim, Laksma TNI Darwanto, M.AP.,  dari Waasops Panglima TNI menjadi Pangkolinlamil,  Laksma TNI Bambang Soesilo  dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (Dalam rangka pensiun), Brigjen TNI (Mar) Bambang Sulisno Sono dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI (Dalam rangka pensiuan), Laksma TNI Harjo S, S.Sos dari Danguskamlaarmabar menjadi Waasops Panglima TNI,  Kolonel Laut (P)  Abdul Rasyid Kacong, S.E.,  dari Sahli C Ops Pangarmabar  menjadi Danguskamlaarmabar, dan Kolonel Laut (E) Drs. Siswo Hadi Sumantri, S.T., MM.T., dari Dan STTAL Kobangdikal menjadi Dan STTAL (Validasi Orgas).


TNI Angkatan Udara : Marsda TNI Edy Sunarwondo  dari Koorsahli Kasau  menjadi Pati Mabes TNI AU (Dalam rangka pensiun), Marsda TNI Herry Wibowo Eslah dari Aspers Kasau menjadi Koorsahli Kasau, Marsda TNI Bambang Samoedro, S.Sos., M.M.,  dari Danjen Akademi TNI menjadi Aspers Kasau, Marsda TNI Madar Sahib H.S., Psc., SSP., dari Staf Khusus Kasau menjadi Pati Mabes TNI AU (Dalam rangka pensiun), Marsda TNI M. Harpin Ondeh, S.H., dari Dankorpaskhas menjadi Pati Mabes TNI AU (Dalam rangka pensiun), Marsda TNI Manimbul Manurung dari Pa Sahli Tk. III Bid. Ekkudag Panglima TNI menjadi Dankorpaskhas, Marsma TNI Tri Budi Satriyo, S.I.P., M.M.,  dari Waasops Kasau  menjadi Wadan Sesko TNI, Marsma TNI Yuyu Sutisna, S.E., dari Kas Koopsau II menjadi Waasops Kasau, Marsma TNI Dody Trisunu dari Danlanud Hnd menjadi Kas Koopsau II, Marsma TNI Ir. Mukhtar Lutfi, M.M. dari Kadisfaskonau menjadi Pati Mabes TNI AU (Dalam rangka pensiun), Marsma TNI Asnam Muhidir dari Pangkosek Hanudnas IV/Bik menjadi  Pa Sahli Tk. III Bid. Ekkudag Panglima TNI, Marsma TNI Ir. Hartono, W.S., dari Kapuskodifikasi Baranahan Kemhan menjadi Pati Mabes TNI AU (Dalam rangka pensiun), Marsma TNI Johny Kadarma, M.Sc., dari Kadisinfohlataau menjadi Kapuskodifikasi Baranahan Kemhan, Kolonel Pnb Fachri Adamy dari Paban IV/Renprogar Srenau menjadi Pangkosek Hanudnas IV/Bik, Kolonel Pnb Tamsil Gustari Malik dari Pamen Sopsau menjadi Danlanud Hnd, Kolonel Lek Noor Pramadi, S.E., dari Sesdisinfolahtaau menjadi Kadisinfolahtaau dan Kolonel Pnb Ir. Novian Samyoga dari Asren Kas Koopsau 1 menjadi Kadisfaskonau.
 
Keputusan Panglima TNI tersebut berlaku terhitung mulai tanggal 31 Oktober 2014.


 
Authentikasi : Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bernardus Robert

 

Read more...

Panglima TNI: Pemerintah Harus Tegas Terapkan UU Penerbangan

PANGLIMA TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko menyatakan agar Pemerintah RI dapat menderegulasi dan menerapkan secara konsisten dan tegas terhadap Undang-Undang Penerbangan yang ada saat ini. Hal ini disampaikan Panglima TNI sesaat setelah mendarat di Bandara Brunei Darussalam dalam kunjungan kerjanya, ketika menerima laporan atas keberhasilan Pesawat TNI jenis Sukhoi SU-27/30 MKI  Flankers dari Skuadron Udara 11 yang berhasil  force down (pendaratan paksa) terhadap satu Unit private jet dengan operator Saudi Arabian Airlines  di Lanud Eltari Kupang, Senin (3/11/2014).
 
Menurut Jenderal TNI Dr. Moeldoko, deregulasi dan ketegasan pemerintah RI menerapkan UU penerbangan tersebut sangat diperlukan karena dapat memberikan efek jera kepada pihak yang melakukan pelanggaran wilayah udara nasional.  Disamping itu, Panglima TNI juga berharap kepada pemerintah dengan memperhatikan kekuatan dan kemampuan yang dimiliki TNI AU, seharusnya TNI diberi wewenang khusus untuk melakukan penyidikan terhadap beberapa tindak pidana yang sifatnya kejahatan terhadap pertahanan dan keamanan nasional di ruang udara NKRI (defence crime) demi menjaga kewibawaan NKRI.
 
Panglima TNI juga telah memerintahkan kepada seluruh jajaran TNI AU untuk semakin aktif mengamankan wilayah udara nasional dan melaksanakan pemeriksaan secara intensif terhadap pesawat kru pesawat Gulfstream IV dengan No HZ-103 yang melakukan pelanggaran wilayah udara Indonesia, kemudian diserahkan kepada aparat penegak hukum sesuai peraturan yang berlaku.
 
Pesawat jenis Gulfstream IV dengan Nomor HZ-103 berangkat dari Singapura menuju Darwin Australia sebelum menuju tujuan akhir Brisbane tersebut sempat mencoba melarikan diri. Dengan cepat 2 pesawat Sukhoi Su-30 MK2 dengan call sign “Thunder Flight” disiapkan dengan bahan bakar penuh dan amunisi lengkap, termasuk rudal udara ke udara canggih R-73 Archer untuk menyergap sasaran. Thunder Flight terdiri dari 2 Su-30 yang dipiloti Letkol Pnb Vincent/Mayor Pnb Wanda dan Letkol Pnb Tamboto/ Mayor Pnb Ali dalam waktu singkat melaksanakan Scramble dan Take Off  tepat saat pesawat asing melintas meninggalkan wilayah udara Kalimantan menuju selatan Makasar.
 
Pesawat Gulfstream yang terbang tinggi pada ketinggian 41 ribu kaki nampaknya mengetahui jika dikejar dan meningkatkan kecepatan semula dari kecepatan jelajah  0.74 Mach (700 kmpj) menjadi 0.85 Mach (920 kmpj).  Namun Sukhoi mengejar dengan kecepatan suara yaitu antara 1.3 – 1.55 Mach (1400- 1700 kmpj). Thunder Flight melaksanakan pengejaran sampai melewati Eltari, Kupang dan berhasil mendekati pesawat tersebut dan dapat melaksanakan komunikasi dengan radio di sekitar 85 Nm atau 150 km dari Kupang serta sudah mendekati perbatasan wilayah udara Timor Leste.
 
Crew pesawat Gulfstream IV  cukup  komunikatif saat diperintahkan oleh Thunder Flight untuk berbelok ke kanan  menuju Lanud Eltari Kupang. Akhirnya pukul 13.25 WIT  pesawat Gulfstream IV yang diketahui dari Saudi Arabia  tersebut landing di Lanud Eltari menyusul pada pukul 13.32 WIT kedua pesawat  Su-30 MK2 juga landing di Lanud Eltari. Pesawat di paksa mendarat karena awaknya harus  diperiksa oleh personel TNI AU, karena masuk wilayah udara Indonesia tanpa ijin lengkap berupa dokumen Flight Clearance untuk memasuki wilayah kedaulatan Indonesia. 
 
Menurut Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya mengatakan bahwa saat ini pesawat Gulfstream IV, ditahan di Apron Lanud Eltari untuk dilakukan pemeriksaan  lebih lanjut. “Hasil pemeriksaan sementara pesawat diawaki oleh Capten Pilot Waleed Abdulaziz M. dengan total crew 6 orang dan penumpang 7 orang. Pemeriksaan dan penyidikan oleh personel TNI AU serta PPNS Perhubungan Udara akan dilaksanakan sesuai amanat UU Penerbangan tentang tindakan hukum pada pesawat pelanggar wilayah udara Indonesia”, tegas Kapuspen TNI.
 
Authentikasi : Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bernardus Robert

Read more...

Panglima TNI Terima Bintang Kehormatan PLOH dari Pemerintah Filipina

PANGLIMA TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko menerima penganugerahan Bintang Kehormatan “The Philippine Legion Of Honor (PLOH)” / (Degree of Commander) dari Pemerintah Filipina yang diserahkan oleh Pangab Filipina Jenderal Gregorio P. Catapang, Jr, mewakili Pemerintah Filipina, pada kegiatan upacara mingguan kenaikan bendera di depan Mabes AB Filipina, Camp General Emilio Aguinaldo, Quezon City, Senin (3/11/2014).

Penganugerahan bintang kehormatan tersebut didasari atas komitmen dan kontribusi serta semangat yang ditujukkan Panglima TNI dalam usaha untuk terus memperkokoh dan meningkatkan hubungan dan kerjasama antara Angkatan Bersenjata kedua negara – TNI dan AFP. Disamping itu,  penganugerahan tersebut didukung oleh upaya Panglima TNI dalam peran dan andil besar pada perwujudan keamanan dan perdamaian di kawasan Asean.

Dalam kesempatan tersebut, Pangab Filipina mengapresiasi atas langkah Indonesia yang senantiasa membantu pemerintah Filipina dalam penyelesaian konflik dalam negeri di wilayah selatan Filipina dengan mengirimkan Satgas TNI yang tergabung dalam Tim Pemantau Internasional (IMT), sehingga pemerintah Filipina dan kelompok MILE bersedia menandatangi perjanjian damai.  Pemerintah Filipina memandang bahwa Indonesia merupakan mitra tidak hanya dalam suasana damai, namun juga saat Filipina dilanda musibah bencana badai Yolanda. Atas perintah Panglima TNI, 3 buah pesawat angkut berat C-130 Hercules dikirim ke Filipina untuk membawa bantuan kemanusiaan.

Selain itu, komitmen Jenderal TNI Moeldoko sebagai Panglima TNI untuk terus memperkokoh dan memperluas kerjasama antara TNI dan AFP yang ditindaklanjuti dalam bentuk pertemuan dua tahunan. “The Philipindo MC” (The Phillipines Indonesia Military Coorporation) yang diselenggarakan di Jakarta-Indonesia pada tanggal 23 April 2014 yang membahas bidang intelijen, operasi, pelatihan dan pendidikan serta latihan bersama.

Sementara itu, pada kesempatan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Nasional Filipina Voltaire J. Gazmin disampaikan bahwa pemerintah Filipina menyampaikan selamat atas penerimaan anugerah bintang kehormatan “The PLOH” yang merupakan refleksi atas apresiasi Filipina terhadap kontribusi Panglima TNI dalam meningkatkan hubungan dan kerjasama antara TNI dan AFP.

Panglima TNI menyampaikan apresiasi atas penganugerahan tersebut dan ditegaskan bahwa anugerah tersebut juga merupakan anugerah dan kehormatan bagi segenap jajaran TNI. Panglima TNI mengatakan telah mengadakan pembicaraan dengan Pangab Filipina dan membahas berbagai isu penting antara lain tukar menukar informasi, saling kunjung serta membahas mengenai kerangka kerjasama The Philipindo MC. Ditegaskan Panglima TNI bahwa, dibawah kepemimpinan Jenderal Gregorio J. Catapang hubungan dan kerjasama kedua AB akan semakin meningkat.

Menhan Filipina menyampaikan apresiasi atas upaya Panglima TNI yang menggagas pembentukan ACDFIM Plus (pertemuan para Pangab se kawasan Asean-Plus) yang dicetuskan di Myanmar 2014 serta disepakati oleh seluruh Pangab Asean dan juga pada JIDD di Jakarta dan akan dibahas kembali pada pertemuan tahunan CHOD (Chief of Defence) di Brunei Darussalam, November 2014. Selanjutnya pihak Filipina menawarkan peluang kepada TNI untuk mengikuti pendidikan setingkat Lemhannas (NDC) di Filipina yang diterima dengan baik oleh Panglima TNI.


Disamping itu, Menhan Filipina menyampaikan bahwa beberapa isu penting mengenai wilayah perairan antara Indonesia, Malaysia dengan Filipina dua tahun yang lalu di kota Cebu, Filipina, telah diselesaikan dengan damai dan baik. Hadir dalam pertemuan Menhan Filipina, Indonesia dengan Malaysia.

Authentikasi: Kapuspen TNI, Mayjen TNI M. Fuad Basya


Read more...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.