Menu

Garuda Level 1 Hospital Indonesia Menjadi Andalan Misi PBB untuk Kongo

Garuda Level 1 Hospital Indonesia adalah Rumah Sakit Tingkat Pertama di bawah misi Perserikan Bangsa Bangsa (PBB) untuk Republik Demokratik Kongo (Monusco / Mission de L’Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en Republique Democratique du Congo), yang bertugas dalam Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda, terletak di dalam Bumi Nusantara Camp yang merupakan Markas Kontingen Garuda dari Indonesia di kota Dungu.
 
Garuda Level 1 Hospital telah berdiri lebih dari 10 tahun, sejak pertama kalinya Indonesia berpartisipasi dalam misi penjaga perdamaian di Kongo. Rumah Sakit ini menjadi andalan PBB untuk melayani masalah kesehatan personel Kontingen Garuda, Staf Sipil dan Militer PBB, Tentara Nasional Kongo (FARDC) serta masyarakat lokal, khususnya di kota Dungu.
 
Penyakit infeksi tropis, gigitan serangga dan infeksi spesifik pada pernafasan menjadi tantangan utama dokter dan paramedis Indonesia yang tergabung dalam Kontingen Garuda dan bertugas di Garuda Level 1 Hospital.
 
Statistik Garuda Level 1 Hospital tahun 2015-2016, menunjukkan bahwa lebih dari 1.000 pasien setiap tahunnya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit ini. Malaria dan infeksi tropis lainnya menempati urutan teratas dalam statistic terbanyak dalam hal penyebab sakit.
 
Letnan Satu Dr. Kirby Saputra menyatakan bahwa, penyebab malaria dan infeksi tropis tersebut akibat lingkungan dan faktor serangga (nyamuk) yang banyak terdapat di wilayah Afrika dan berperan besar menularkan penyakit malaria dan infeksi lainnya. Hal tersebut di dukung oleh data WHO yang menunjukkan bahwa, hingga kini Republik Demokratik Kongo yang termasuk dalam wilayah sub sahara, masih merupakan wilayah endemis malaria, dimana angka penderita malaria tinggi sepanjang tahun.
 
Dalam menanggulangi tantangan penyakit yang ada, Garuda Level 1 Hospital melengkapi pelayanan konsultasinya dengan laboratorium yang memadai untuk mendukung diagnosis malaria secara cepat dengan alat tes yang sensitif (Rapid Diagnostic Test Kit) dan didukung oleh pemeriksaan spesifik dengan mikroskop.
 
Dokter Lucio Victor, sebagai koordinator tim medis kota Dungu menyatakan bahwa obat-obatan dan pemeriksaan malaria di Garuda Level 1 Hospital menjadi yang terlengkap dari tiga  rumah sakit di kota Dungu, sehingga kasus sulit dalam pengobatan malaria akan dirujuk oleh rumah sakit sekitar kota untuk mendapat perwatan di Garuda Level 1 Hospital.
 
Komandan Satgas Kontingen Garuda XX-M/Monusco, Letkol Czi Sriyanto, MIR., M.A., Rabu (18/5/2016) berharap, kiprah Satgas Kompi Zeni TNI dibidang konstruksi dan bangunan dapat lebih menyentuh masyarakat lokal bersamaan dengan peran Garuda Level 1 Hospital di Negara Kongo.
 
Autentikasi : Perwira Penerangan Konga XX-M, Lettu Czi Ruzald D.Y. Auparay, S.S.T.Han, S.T.

Read more...

Panglima TNI : Penganugerahan Bintang Ini Untuk Seluruh Prajurit TNI

Penganugerahan Bintang Bhayangkara Utama Kepolisian Republik Indonesia ini, untuk seluruh prajurit TNI baik Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dimanapun mereka bertugas dan berada. Artinya mempunyai tanggung jawab yang sangat besar, untuk melaksanakan tugas kedepan  bersama-sama dengan Kepolisian Republik Indonesia. Demikian penegasan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat menerima Penganugerahan Tanda Penghormatan Bintang Bhayangkara Utama di Ruang Rapat Utama (Rupatama), Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (16/5/2016).

Penganugerahan tersebut diterima Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Agus Supriatna melalui upacara yang di pimpin langsung Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti selaku Inspektur Upacara. Penghargaan tersebut diberikan dengan Keputusan Presiden (Kepres) No 10 TK Tahun 2016, tanggal 10 Februari 2016 Tentang Penganugerahan Tanda Penghormatan Bintang Bhayangkara Utama.

Kriteria penerima Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Utama Polri adalah sebagai penghargaan anggota Polri yang berjasa besar dengan keberanian kebijaksanaan dan ketabahan luar biasa melampaui panggilan kewajibann  yang disumbangkan untuk kemajuan dan pengembangan Kepolisian atau warga negara Indonesia bukan anggota Polri yang berjasa besar terhadap kemajuan dan pengembangan Kepolisian.

“Saya menerima penghargaan tanda kehormatan Bhayangkara Utama ini adalah Bintang yang tertinggi di Kepolisian Republik Indonesia. Kemudian yang menerima Bukan saya saja tetapi Kepala Staf Angkatan Darat,Kepala Staf Angkatan Laut dan Kepala Staf Angkatan Udara,” kata Panglima TNI.

“Representatifnya adalah sebenarnya yang memiliki Bintang ini seluruh prajurit TNI dimanapun mereka berada, diberikan penghargaan tertinggi dari Presiden Republik Indonesia oleh Kepolisian Republik Indonesia,” pungkas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Autentikasi : Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Czi Berlin G. S.Sos., M.M.


Read more...

47 Perwira TNI Satgas Indobatt-02 Ikuti Induction Training di Darfur

Sebanyak 47 Perwira TNI, terdiri dari Perwira Staf Mayondan Komandan Kompi yang tergabung dalam Satgas Indobatt-02 Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-B/Unamid (United Nations African Mission In Darfur), mengikuti Induction Training yang diselenggarakan oleh Sektor Barat Unamid bertempat di Camp Indonesian Battalion, El Geneina, Darfur, Sudan, Sabtu (14/5/206).
 
Adapun materi yang disampaikan dari para instruktur adalah mengenai letak Geografis Darfur, Kultur Budaya yang ada di Sudan, kondisi perkembangan wilayah Darfur, ketentuan penggunaan akomodasi dan transportasi serta ketentuan tugas patroli keamanan sampai dengan perlindungan terhadap anak yang menjadi korban konflik bersenjata.
 
Menurut Perwira Seksi Rencana Operasi (Pasi Renops) Satgas Indobatt-02 Lettu Inf Frengky JF selaku Koordinator, bahwasanya kegiatan Induction Training yang diselenggarakan oleh Unamid tersebut, sangatlah penting dan bermanfaat bagi seluruh personel yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di Sudan.
 
“Sebagai personel baru kita harus tahu mengenai kultur budaya ataupun hal-hal menonjol yang terjadi di daerah misi. Pelatihan ini juga bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang daerah Sudan,” pungkas Lettu Inf Frengky.
 
Sementara itu, Mayor Finger dari Afrika Selatan selaku pimpinan G-7 sebagai penyelenggara latihan mengatakan, bahwasanya pelatihan ini rutin dilakukan kepada TCC (Troops Contributing Country) baru guna keberhasilan misi.
 
Dalam kesempatan tersebut, Mayor Finger menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada personel Satgas Indobatt-02 Konga XXXV-B/Unamid atas semangat dan antusiasme yang ditunjukkan selama mengikuti pelatihan ini.
 
“Saya sangat senang dengan semangat dan antusiasme yang ditunjukkan personel Satgas Indobatt-02, dan berharap semangat itu dijaga karena saya yakin Kontingen Garuda dapat melaksanakan tugas dengan baik sampai dengan akhir misi,” tandas Mayor Finger.
 
Satgas Indobatt-02 Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-B/Unamid dibawah pimpinan Letkol Inf Singgih Pambudi Arinto, S.IP. sebagai Dansatgas yang tengah melaksanakan tugas sebagai Peacekeepers di Darfur, Sudan, beranggotakan 800 personel, terdiri dari 650 personel TNI AD, 100 personel TNI AL dan 50 personel TNI AU.
 
Adapun misi yang dilaksanakan di daerah yang dilanda konflik horizontal antar suku ini direncanakan selama satu tahun, dan berada di bawah kendali Unamid (United Nations African Mission In Darfur) serta melibatkan sebanyak 43 negara baik sebagai TCC (Troops Contributing Country) maupun sebagai MilObs (Military Observer).  Personel satgas yang berasal dari Indonesia merupakan salah satu kontingen dengan jumlah terbesar pada misi Unamid saat ini.
 
Autentikasi : Perwira Penerangan Konga XXXV-B/Unamid, Lettu Cku Mahardika Agung Nugroho, S.ST.Han

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.