Menu

Kepala Zona Maritim Tengah Kukuhkan Jabatan Dua Komandan Kapal

Kepala Zona Maritim Tengah Bakamla RI Brigadir Jenderal Polisi Drs. Anang Syarif Hidayat mengukuhkan jabatan Komandan Kapal KN Singa Laut 4802 dan KN Gajah Laut 4804 di Pangkalan Kapal Patroli, Serei, Sulawesi Utara, beberapa waktu lalu.

Dua Komandan Kapal Patroli tersebut masing-masing Mayor Laut (P) Muksin, ST sebagai Komandan Kapal KN Singa Laut 4802 dan Mayor Laut (P) Bambang Arif Hermawan sebagai Komandan Kapal KN Gajah Laut 4804.

Pengukuhan dua Komandan Kapal Patroli Bakamla RI Zona Maritim Tengah dilakukan dengan upacara yang melibatkan para personel Zona Maritim Tengah Manado, SPKKL Kema, SPKKL dan GS Manembonembo, dan Pangkalan Kapal Serei.

Kepala Zona Maritim Tengah Bakamla RI Brigadir Jenderal Polisi Drs. Anang Syarif Hidayat selaku Inspektur Upacara dalam sambutannya antara lain mengatakan,  perairan Zona Maritim Timur dan perairan Zona Maritim Tengah mempunyai karakteristik yang hampir sama, hanya saja psikologi dan perilaku masyarakatnya yang agak berbeda.

Selain itu, Brigjen Polisi Anang mengutip arahan Kepala Badan Keamanan Laut RI Laksamana Madya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H, pada saat kunjungan kerja ke Zona Maritim Tengah beberapa waktu silam, bahwa Bakamla melaksanakan tugas keamanan dan keselamatan laut didasarkan pada tiga pola, yaitu sinergitas dengan stakeholders artinya bekerjasama dengan institusi yang mempunyai tugas di laut,  tidak ada institusi di Indonesia yang bekerja sendiri, monitoring system, manfaatkan teknologi informasi berupa keunggulan peralatan yang dimiliki Bakamla dalam mendeteksi pergerakan kapal di perairan Indonesia dengan menghasilkan anomali, kemudianpenegakkan hukum, yaitu penegakkan hukum yang berkualitas bukan penegakkan hukum yang membabi-buta.

Mengakhiri sambutannya, Pati Polri berbintang satu itu mengatakan, jabatan Komandan Kapal adalah jabatan yang prestisius,  sebagai Komandan Kapal kesempatan berkarier terbentang luas, tetapi sebagai Komandan Kapal juga, karier sebagai pelaut akan tertutup bila melakukan hal-hal yang  tidak terpuji, imbuhnya. (red)
 

Read more...

Kasum TNI Hadiri CHOD Conference di Filipina

Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menghadiri The 2016 Annual Chiefs of Defense (CHOD) Conference di Filipina baru-baru ini.

Konferensi yang dihadiri oleh Panglima Angkatan Bersenjata di kawasan Indo-Asia-Pasifik, diantaranya dihadiri oleh Chiefs of Defense dari:Myanmar, Brunei, Kamboja, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Timor Leste, Vietnam, India, Nepal, Australia, Selandia Baru, Papua Nugini, Tonga, Fiji, Kanada, Cina, Jepang, Korea Selatan, Mongolia, Chili, Kolombia, Perancis, Meksiko, Peru, Inggris dan Amerika Serikat.

Sejak berdirinya pada tahun 1998, CHOD telah menjadi platform untuk dialog militer multilateral dan berbagi perspektif regional dan global pada tantangan keamanan bersama. Adapun pembahasan The 2016 Annual Chiefs of Defense (CHOD) Conference berpusat pada kerjasama militer regional dan tantangan, seperti yang disorot oleh topik pada tatanan regional masa depan di Indo-Asia-Pasifik, kerjasama militer dalam keamanan transnasional dan prospek maritim bersama kesadaran, teknologi dan inovasi.

Sedangkan Kepala AFP Jenderal Ricardo Visaya di Filipna, yang memimpin konferensi tersebut, mengatakan optimistis bahwa konferensi akan mempromosikan hubungan kerja sama lebih lanjut dalam menangani terorisme, perdagangan manusia, perdagangan Narkoba dan kejahatan transnasional lainnya.

Pada kesempatan tersebut disela-sela The 2016 Annual Chiefs of Defense (CHOD) Conference Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan melaksanakan Bilateral Meeting dengan Admiral Sir Philip Jones KCB ADC, First Sea Lord and Chief of Naval Staff United Kingdom, untuk membahas kerja sama militer kedua Negara.

“Saya berharap pertemuan ini akan menjadi momentum yang baik dalam upaya meningkatkan kerja sama pertahanan dan militer kedua negara, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan bersama di kawasan  regional, dan dapat berkontribusi bagi peningkatan hubungan baik kedua negara,” tegas Kasum TNI.

Autentikasi : Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Czi Berlin G. S.Sos., M.M.





 

Read more...

Satgas Kizi TNI Konga XX-M/Monusco Terima Kunjungan Dubes RI untuk Kenya

Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) di Kenya, Bapak Soehardjono Sastromihardjo beserta Ibu Theresia Sastromihardjo beberapa waktu lalu berkunjung ke Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XX-M/Monusco (Mission de L’Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en Republique Democratique du Congo) di Republik Demokratik Kongo.
 
Dalam kesempatan tersebut, Dubes RI untuk Kenya Bapak Soehardjono Sastromihardjo memberikan arahan dan motivasi kepada perwakilan anggota Satgas agar selalu berbuat terbaik selama penugasan serta mencegah pelanggaran dalam bentuk apapun, dan mengucapkan terima kasih atas partisipasi anggota Satgas Kongo dalam rangkaian upacara 17 Agustus 2016, di Nairobi.
 
Menurut Dubes RI untuk Kenya Bapak Soehardjono Sastromihardjo, perayaan Hari Kemerdekaan tersebut merupakan acara yang paling meriah selama ini. “Diharapkan ke depan, pelibatan pasukan perdamaian dalam upacara 17 Agustus di wilayah yang menjadi tanggung jawab Kedubes RI di Kenya, dapat dijadikan tradisi,” ucapnya.
 
Di sela-sela acara ramah tamah dengan perwakilan anggota Satgas Kizi TNI, Dubes RI menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas prestasi yang telah diraih selama penugasan di Kongo. Beberapa permasalahan dalam penugasan PBB menjadi atensi Bapak Duta Besar saat berdiskusi dengan Dansatgas Konga XX-M/Monusco, Letkol Czi Sriyanto M.I.R, M.A, Psc(j).
 
Hasil diskusi tersebut sebagai bahan laporan dan pertimbangan kepada Pemerintah RI, melalui Pejabat Watapri di New York, guna penyelenggaraan partisipasi Indonesia dalam misi PBB secara lebih efektif dan efisien.  Permasalahan pertama yang menjadi atensi Bapak Dubes RI di Kenya tersebut meliputi perlunya Amandemen MoU antara Pemerintah RI dengan PBB, guna mendapatkan reimbursement personel dan materiil secara proporsional dengan tuntutan tugas dan kinerja yang selama ini dilaksanakan.
 
Selanjutnya, Dansatgas Konga XX-M/Monusco, Letkol Czi Sriyanto M.I.R, M.A, Psc(j) menyarankan perubahan mekanisme dukungan bekal ulang dan spareparts, agar lebih tepat guna, tepat waktu dan efisien dalam mendukung operasional Satgas di Kongo.  “Salah satu mekanisme dukungan yang dapat dijadikan pertimbangan adalah Kontingen Engineering Nepal, dimana Negara memberikan kewenangan kepada Dansatgasnya untuk melaksanakan pembelian spareparts secara langsung di daerah operasi dan atau Negara terdekat,” ujarnya.
 
“Sejak diterapkannya mekanisme tersebut sejak lima tahun terakhir, terbukti sangat efisien dan efektif. Besarnya biaya pengiriman dapat dieliminasi. Selain itu, Satgas Nepal dapat membeli kebutuhan bekal ulang atau spareparts yang memang benar-benar diperlukan saat itu,” tambahnya.
 
Lebih lanjut Letkol Czi Sriyanto M.I.R, M.A, Psc(j) menuturkan bahwa, proses disposal alat-alat satgas Garuda yang sudah rusak berat juga menjadi bahasan dalam kunjungan ini. Kontingen Engineering Garuda memulai misinya di Kongo sejak tahun 2003. Dalam kurun waktu 13 tahun terdapat banyak alat yang rusak berat dan tidak bisa dihilangkan begitu saja karena masuk dalam pendataan alat Negara di luar negeri.
 
Menurutnya, proses disposal yang sudah diajukan sejak lama dinilai penting karena apabila alat-alat rusak tersebut dibiarkan, maka akan menjadi PR tersendiri jika terjadi perpindahan misi atau bahkan penutupan misi di Kongo. Biaya mobilisasi untuk alat-alat yang sudah rusak berat atau yang sudah menjadi rongsokan menjadi tanggung jawab Negara pengirim. Tentunya hal ini akan sangat merugikan bagi Pemerintah Indonesia.
 
“Hal lain yang di bahas adalah kemungkinan adanya kegiatan promosi dan sosialisasi produk-produk Indonesia yang dapat dipasarkan dalam penugasan di Kongo, melalui Koperasi UN/PX, anggota Satgas dan kegiatan sosial lainnya,” pungkas Dansatgas Kizi TNI Konga XX-M/Monusco Letkol Czi Sriyanto M.I.R, M.A., Psc(j).
 
Di akhir kunjungannya, Dubes RI di Kenya Bapak Soehardjono Sastromihardjo mengundang Satgas Kizi TNI Konga XX-M/Monusco dalam acara resepsi Diplomatik Kemerdekaan Indonesia yang akan dilaksanakan bulan Oktober di Nairobi-Kenya. Dalam acara Resepsi Diplomatik ini, para Peacekeepers diminta untuk menampilkan Prosesi Militer, Peragaan Bela Diri Militer dan Tarian Tradisional Indonesia.
 
Autentikasi : Perwira Penerangan Konga XX-M, Lettu Czi Ruzald D.Y. Auparay, S.S.T.Han, S.T.
 

Read more...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.